Make your own free website on Tripod.com
Benarkah kita berharga.....????????
Rakyat
Radio & TV Online
Mati Ketawa Cara Saya
Musik & Film Online
Tentang Cinta
Kamus & Buku Online
Pencerahan
Info Penting
My Songs
My Cerpen
My Novels
My Poems
My Articles
Karya Kawan
About Me

 

Perang ide dan penemuan2 baru akhir2 ini semakin membuktikan salah satu pepatah "Semakin Engkau Mengetahui, Semakin Banyak Pula Yang Tidak Kau Ketahui".

Ketika Albert Einstein mengatakan bahwa dunia ini diciptakan Tuhan dengan Grand Design (Lauh Mahfudz), yang jelas ada walaupun manusia belum mengetahui semuanya.

Tak lama kemudian Werner Heisenberg muncul dengan Uncertainty Theory-nya yang mengatakan bahwa dunia bisa saja hanyalah suatu kebetulan belaka, karena tidak ada bukti2 menyakinkan akan adanya superior intelligent yang berada di balik adanya alam semesta.

Sebagai sebuah perbandingan, bumi kita adalah planet berpenghuni dalam tata surya matahari, ukurannya 1300 kali lebih kecil dari matahari, dan matahari adalah salah satu anggota dari galaksi Bima Sakti. Sedangkan Bima Sakti mempunyai ratusan milyar matahari, yang banyak diantaranya berukuran lebih besar dari matahari, bahkan jauh lebih besar. Bima Sakti mempunyai saudara galaksi2 lain yang jumlahnya tak kurang dari ratusan milyaran galaksi, yang juga banyak diantaranya lebih besar dari Bima Sakti. Galaksi, planet, bintang, meteor, komet, black hole, dan semua materi yang bisa terlacak, dan tentunya terbuat dari atom ternyata hanyalah membentuk 4% dari keseluruhan semesta. Sedangkan 23% materi pembentuk alam adalah dark matter, yang pasti ada tapi kita tidak tahu apa itu dan hanya bisa kita deteksi karena pengaruhnya saja terhadap semesta. 73% sisanya adalah dark energy, yang sama sekali kita tidak tahu apa itu. Tetapi justru dark energy itulah yang selama ini membuat alam semesta ini meluas ke segala penjuru.

Benarkah Tuhan begitu bodohnya menciptakan makhluk bernama manusia di alam yang begitu luasnya dan menjadikannya makhluk terbaik di alam semesta ini..?

Benarkah bumi diciptakan Tuhan untuk berpenghuni, ataukah itu  hanya kebetulan saja?

Benarkah manusia makhluk pandai, ataukah makhluk paling bodoh yang ada di semesta ini..(yang menyelidiki tata suryanya sendiri saja belum rampung)...?

Sudahkah manusia benar menganggap dirinya sebagai makhluk superior di bumi bahkan di semesta ini...?

Perjalanan untuk mencari jawaban ini memang masih terlalu jauh, tetapi jelas bahwa agama dan budaya yang kita punya tidak memberikan jawaban memuaskan. Jawaban yang disajikan oleh agama dan budaya kita hanyalah counterattack dan reaksioner saja, tanpa landasan teori dan bukti yang nyata.

Dan jawaban atas pertanyaan ini mungkin bisa saja menyakitkan, bahwa sebenarnya kita, manusia yang selama ini menyatakan diri sebagai makhluk superior, ternyata hanyalah dzarrah, titik kecil yang tak berarti.

Wallahu A''lam bishshowab.

 

Visitor of this website up to now :

counter_5.gif